


H-Beam-03
H-Beam-02
H-Beam-01
Informasi Detail
WF/I-beam adalah balok baja yang dibuat dengan menggiling atau menggulung balok-I. Itu terbuat dari sepotong logam atau aluminium di seluruh unit.
Jaring balok-I lebih tipis dari pada balok-H.
Spesifikasi Umum:
- Material: Baja karbon, baja struktural
- Bentuk: seperti huruf ‘I’ kapital yang terdiri dari dua flensa (sayap) horizontal yang dihubungkan oleh satu “web” (badan) vertikal
- Ukuran:
- Lebar Sayap : 100 mm – 300 mm
- Tebal Web (Tinggi): 5 mm – 30 mm
- Panjang: 6 meter – 12 meter atau sesuai permintaan
- Standar: Sesuai dengan standar nasional Indonesia (SNI) 9150:2023
- Finishing: Polos atau galvanis (tergantung kebutuhan)
Keunggulan:
- Mampu menahan beban berat dengan baik dan memiliki ketahanan tinggi terhadap gaya lentur dan geser.
- Desain khusus dengan flensa lebar membantu mencegah tekuk lokal, di mana satu bagian balok tidak dapat menahan bebannya sendiri.
- Meskipun kuat, i-beam secara umum lebih ringan dari h-beam, yang membantu meningkatkan performa dan menghemat material.
- Material baja dapat didaur ulang tanpa mengurangi kualitasnya, sehingga mendukung pembangunan berkelanjutan.
Aplikasi:
- Konstruksi jalan, jembatan, dan infrastruktur lainnya
- Pembuatan plat lantai, dinding penahan, dan struktur beton lainnya
- Proyek konstruksi industri dan rumah tinggal yang membutuhkan penguatan beton
Dibandingkan dengan balok-I, balok-H memiliki sifat mekanik yang lebih baik dan oleh karena itu dianggap sebagai pilihan konstruksi yang ekonomis. Umumnya, balok-I digunakan sebagai balok, dan balok-H digunakan sebagai kolom penahan beban.
Balok-I cocok untuk membuat rangka dan kolom pendukung untuk elevator, trailer, rel trem, kerekan, struktur baja, dan jembatan
| Kelas baja | Batas ulur (N/mm²) |
Kuat tarik (N/mm²) |
Regangan | Sifat lengkung | |||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| t≤16 | 16< t≤40 | Tebal | Nomer batang Uji | % | Sudut lengkung | Jari-Jari Pelengkung | Nomer Batang uji | ||
| Bj P 330 | ≥205 | ≥195 | 330 – 430 | t≤5 5< t≤16 16< t ≤40 |
No. 5 No. 1A No. 1A |
≥ 26 ≥ 21 ≥ 26 |
180° | 0,5 x t | No. 1 |
| Bj P 400 | ≥245 | ≥235 | 400 – 510 | t≤5 5< t≤16 16< t ≤40 |
No. 5 No. 1A No. 1A |
≥ 21 ≥ 17 ≥ 21 |
180° | 1,5 x t | No. 1 |
| Bj P 490 | ≥285 | ≥275 | 490 – 610 | t≤5 5< t≤16 16< t ≤40 |
No. 5 No. 1A No. 1A |
≥ 19 ≥ 15 ≥ 19 |
180° | 2,0 x t | No. 1 |
| Bj P 540 | ≥400 | ≥390 | ≥540 | t≤5 5< t≤16 16< t ≤40 |
No. 5 No. 1A No. 1A |
≥ 16 ≥ 13 ≥ 17 |
180° | 2,0 x t | No. 1 |






